PERAYAAN EKARISTI YANG LEBIH AGUNG

Perayaan Ekaristi / Liturgi dapat menjadi lebih AGUNG, bila

dirayakan dengan NYANYIAN yang meriah,
dilayani oleh para PETUGAS LITURGI,dan
UMAT berpartisipasi secara AKTIF”. (SC art. 113)

 “Musik di dalam Liturgi tidak lagi merupakan sisipan dalam upacara ibadat, tetapi merupakan bagian Liturgi meriah yang penting atau integral… Musik Liturgi semakin suci bila semakin erat hubungannya dengan upacara ibadat” (SC 112).

“Dalam memilih petugas, diutamakan orang-orang yang dikenal mahir menyanyi”
(MS 8 ).

“Paduan suara melaksanakan tugas liturgis tersendiri di tengah umat beriman. Dengan memperhatikan aneka ragam nyanyian, paduan suara harus melaksanakan tugasnya secara tepat untuk menopang partisipasi aktif umat beriman dalam menyanyi. Semua yang ditentukan untuk paduan suara juga berlaku untuk  para pelayan musik yang lainnya, khususnya organis (PUMR 103).

Petugas liturgi merupakan pelayan liturgi. Pelayan Liturgi adalah pelayan yang secara khusus diangkat untuk dan ditugaskan dalam liturgi. Mereka harus berupaya agar liturgi dapat berjalan dengan baik, dan umat dapat berpartisipasi sebagaimana mestinya, dan dengan demikian memetik buah melimpah dari liturgi. Pelayan liturgi ini antara lain : imam, pelayan altar, lektor, anggota koor, organis, koster, dll.

Dari kutipan-kutipan di atas – Sacrosantum Concilium (SC) ; Musicam Sacram (MS) ; Pedoman Umum Misale Romawi (PUMR) – maka kita sebagai petugas liturgi, khususnya petugas musik liturgi harus memahami peran musik / nyanyian dalam liturgi serta peranan para petugas musik dalam liturgi.